Jumat, 31 Mei 2013

Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Berdasarkan Hewan-Hewan Vertebrata habitat ,cirri khasnya dan upaya untuk melestarikan keaneka ragaman hayatinya

      Tingkat Keanekaragaman Hayati Di Indonesia

Indonesia terkenal dengan kekayaan flora dan fauna. Termasuk flora dan fauna langka juga terdapat di Indonesia. Indonesia dijuluki Megadiversity country, yaitu Negara yang banyak memiliki kekayaan alam. Di dalamnya banyak ditemukan jenis tumbuhan dan hewan, bahkan terdapat spesies endemik. Spesies endemic adalah spesies local, unik, dan hanya ditemukan didaerah atau pulau tertentu. Keanekaragaman hayati keseluruhan variasi mahkluk hidup baik bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang dapat ditemukan pada tingkat gen, spesies, maupun tingkat ekosistem. keanekaragaman Gen adalah faktor pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada keturunannya (bagian tertentu pada kromosom yang mengatur sifat tertentu suatu jenis mahkluk hidup). Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman atau variasi yang dapat ditemukan diantara organisme dalam satu spesies. Variasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain  susunan dan komposisi gen yang berbeda, perkawinan, interaksi gen dengan lingkungan, dan adaptasi terhadap lingkungan. Keanekaragaman jenis  adalah keanekaragaman yang ditemukan diantara organisme yang tergolong dalam spesies yang berbeda. Keanekaragaman ekosistem adalah keanekaragaman yang ditemukan diantara ekosistem. Keanekaragaman ekosistem terjadi karena adanya perbedaan komponen biotik dan abiotik. Susunan biotik dan abiotik setiap jenis ekosistem dipermukaan bumi tidaklah sama.

Contoh hewan –hewan vertebrata habitat dan cirri khasnya

Berikut adalah  Hewan vertebrata  Asli Indonesia

1. Orang Utan (Pongo Pygmaeus) 




Ciri khas hewan langka ini ialah mempunyai rambut yang begitu panjang dibandingkan jenis kera lain. Buah-buahan adalah makanan utama dan juga kesukaannya. Habitatnya Di indonesia, wilayah penyebarannya adalah dataran rendah juga hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. 

2.  Badak Bercula Satu ( Rhinoceras Sundaicus)
Adalah salah satu hewan langka khas indonesia. Walau sekarang sudah tidak banyak, hanya sekitar 50 ekor saja dapat ditemukan di hutan ujung kulon. Merupakan hewan herbivora pemakan daun-daunan.

 3. Badak bercula Dua (Dicerorhinus Sumatrensis)
Hampir mirip dengan badak bercula satu, hanya cula dibagian depan yang berjumlah dua. Hanya ditemukan di wilayah Sumatera.

4. Musang Congkok (Prionodon Linsang)

Dengan berat mencapai 5 kg dan mempunyai panjang sekitar 71 cm hewan ini cukup gesit untuk memanjat pepohonan. Di temukan di wilayah pegunungan Aceh dan Sumatera Barat. Mamalia kecil dan beberapa jenis serangga adalah makanan kesukaannya. 

5. Singapuar (Tarsius Bancanus)
Dijuluki sebagai primata terkecil di dunia. Mempunyai berat tubuh antara 80 – 140 gram dan panjang cuma 12 – 15 cm cukup layak bila disebut primata terkecil. Walaupun mempunyai sepasang mata yang besar yang ukurannya melebihi volume otaknya tapi hanya dapat digunakan pada malam hari saja. Mirip dengan burung hantu. Kepulauan Riau, kepulauan kalimantan dan sumatera bagian selatan juga tenggara adalah habitat aslinya. 

6. Ikan Belida (Notopetrus Chitala)
Dengan panjang tubuh mencapai 87, 5 cm dan berat tubuh dapat mencapai 1 kg, cukup besar untuk ukuran ikan air tawar. Bentuk tubuhnya seperti pisau dan makanan kesukaannya adalah ikan-ikan kecil juga udang. Perairan air tawar di wilayah jawa dan kalimantan merupakan habitat aslinya. 

7. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)
Memprihatinkan karena jumlah semua harimau sumatera hanya tinggal sekitar 500 ekor. Penebangan hutan yang serampangan dan perburuan liar dituding sebagai penyebab langkanya harimau ini. Hanya terdapat di hutan sumatera.

8. Anoa (Bubalus Depressicornis)
Sekilas lebih mirip kambing dengan ukuran yang besar. Yang membedakan dengan kambing selain ukuran tubuhnya yang besar adalah adanya tanduk runcing yang mencapai 30 cm panjangnya. Adalah termasuk mamalia yang mempunyai kuku genap. Mempunyai habitat asli di wilayah sulawesi. 

9. Burung Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi)
Mempunyai bentuk yang gagah, sayang populasinya hanya tinggal 250 ekor saja. Tersebar hampir merata di sekitar hutan di pulau jawa seperti di gunung slamet, gunung salak, gunung anjasmoro, gunung kawi, taman nasional baluran, taman nasional alas purwo taman nasional gunung halimun, taman nasional gede pangrango dan taman nasional muara betiri. 

10. Babirusa (babyrousa babyrussa)
Buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, jamur dan dedaunan merupakan makanan yang biasa disantap sehari-hari. Mempunyai taring yang mencuat keluar sebagai tameng mata dari duri dan rotan ketika mereka mencari makan. Habitatnya meliputi pulau sulawesi, kepulauan maluku dan sekitarnya.

11. Cendrawasih (Paradisaea minor)
ciri khas bulunya yang indah yang dimiliki oleh burung jantan. Umumnya bulunya berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu. tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Habitatnya ditemukan di Indonesia  timur, pulau-pulau selat Torres  Papua ,  Burung anggota

12. Jalak bali (Leucopsar rothschildi)
Jalak  Bali merupakan salah satu burung paling langka di dunia dan relatif baru bagi ilmu pengetahuan menjadi yang pertama dijelaskan pada 1912 oleh Walter Rothschild. pada jalak bali dewasa memiliki sayap putih dengan strip hitam, ekor tipis dan biru di sekitar mata. Hewan endemik bagi pulau Bali di Indonesia dan sebelumnya ditemukan di sepanjang barat laut dari pulau ketiga.Mendiami hutan monsun dan akasia sabana.

13. Gajah Sumatera ( elephas maximus sumatranus)
Cirri khasnya gajah Sumatra Gading gajah Sumatera jantan relatif lebih pendek jika dibandingkan sub-species gajah lainnya, sedangkan gajah betina memiliki gading yang sangat pendek dan tersembunyi di balik bibir atas. Tinggi gajah jantan Sumatra dewasa bisa mencapai antara 1,7 – 2,6 meter.  Habitatnya diindonesia pulau sumatra

14. Trenggiling ( Manis javanic)
Trenggiling atau Pangolin termasuk salah satu hewan purba, beberapa fosil trenggiling sudah ditemukan pada masa Oligosen dan Miosen. Hewan ini memakan serangga dan terutama semut dan rayap. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Jika diganggu, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Habitatnya Trenggiling yang ada di Indonesia dijumpai di daerah pegunungan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa serta Bali.

15. Ikan Arwana (Sclerophagus fanmousus)
Ikan Arwana merupakan salah satu ikan purba yang belum punah. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu. Arwana termasuk ikan karnivor yang mendiami habitat sungai dan danau berair tenang. Ikan ini dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Ikan arwana (Scleropagus sp.) bisa ditemukan di perairan tawar Indonesia. Salah satu jenis Arwana adalah arwana super red yang merupakan ikan asli hulu Sungai Kapuas dan Danau Sentarum di Kalimantan Barat.

16. Komodo ( Varanus komodoensis)
Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.

Upaya untuk melestarikan keanekaragaman hayati
upaya  yang dapat dilakukan  melestarikan keanekaragaman hayati di indonesia
a)         Penghijauan dan reboisasai
b)   Pengendalian hama secara biologi, dengan mendatangkan predator, sehingga tidak merusak ekosistem
c)         Penebangan hutan dengan perencanaan yang baik dan dilakukan dengan peremajaan ( tebang pilih dan tanam kembali)
d)    Usaha pemuliaan hewan dan tumbuhan yang menghasikan varietas unggul menambah kekayaan sumber plasma nutfah dengan tetap melestarikan jenis hewan dan tumbuhan lokal.
e)    Usaha pelastarian alam, dilakukan di dalam habitat asli (secara in situ) dan diluar habitat asli (ex situ).Pelestarian in situ contohnya pelestarian komodo (Varanus komodoensis) di pulau komodo, sedangkan pelestarian ex situcontohnya pembuatan kebun koleksi, kebun raya, taman nasional. Pelestarian komodo di kebun binatang, pelestarian Rafflesia arnoldii di Kebun raya Bogor.
f)     Pelestarian alam zoologi, merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi hewan-hewan langka serta mengembangkannya dengan cara memasukkan hewan sejenis ke daerah lain, misalnya gajah.
g)         Pelestarian alam antropologi, merupakan perlindungan alam yang bertujuan melindungi suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Indian di Amerika, Suku Asmat di Irian Jaya, dan Suku Badui di Banten Selatan.
h)         Pelestarian pemandangan alam, merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi keindahan alam, misalnya Lembah Sianok di Sumatera Barat.
i)   Pelestarian monumen alam, merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi benda-benda alamtertentu, misalnya stalagtit, stalagmit, gua, dan air terjun.
j)      Pelestarian suaka margasatwa, merupakan perlindungan dengan tujuan melindungi hewan-hewan yang terancam punah, misalnya badak, gajah, dan harimau Jawa
k)     Pelestarian hutan, merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi tanah, air, dan perubahan iklim.
l)           Pelestarian ikan, merupakan perlindungan yang bertujuan melindungi ikan yang terancam punah.